Archive for the ‘investment bank’ Category
Reposisi Bank Swasta
Bank, di negara-negara maju adalah institusi yang terutama menjembatani dan memudahkan transaksi (transaction bank). Peran bank sebagai lembaga investasi (investment bank) di negara maju telah demikian segmented (sebab customernya juga merupakan sebagian kecil dibanding total pengguna perbankan), dan sekarang telah mulai digerogoti sebab dilihat dari investor pribadi , nampaknya mereka lebih menyukai private placement di fund management dengan patokan keuntungan yang tidak jarang telah disepakati di awal. Oleh sebab itu bank, dalam pengertian bank umum untuk konsumen, di negara maju untuk survive telah mengalami convergence dengan produk dan layanan securitization, seperti reksadana dan asuransi plus. Masyarakat maju hanya menyisihkan sebagian uangnya di bank untuk transaksi bulanan, sedang tabungan digeser dalam dana pensiun dan asuransi, porsi berikutnya untuk investasi dimasukkan ke reksadana atau fund management tergantung tingkat resiko yang dipilih.
Bagaimana di Indonesia? Gampangnya kita lihat BCA sebagai bank swasta nomor satu. Jelas bank ini menempatkan diri sebagai transaction bank melalui jaringan ATM dan perluasan layanan pembayarannya. Bagaimana dengan BII, Lippo, Permata, Danamon, Panin dan Niaga? Bank second layer ini nampaknya belum tegas menempatkan dirinya. Sebagai transaction bank jika mereka bersatu melalui jaringan ATM bersama nampaknya masih ada peluang meski mungkin masih under dog. Bila ingin memantapkan jalur ritel, mungkin langkah inovatif seperti mendekatkan jarak dengan customer dengan membangun kantor cabang, gerai atau corner dekat dengan pusat traffic seperti kantor, dan shopping centre adalah pilihan logis yang juga telah dipraktekkan dengan baik di negara maju selain perang harga. Dalam perang harga, bank nampaknya sulit mengalahkan fleksibilitas dan keleluasaan lembaga non bank seperti kartu kredit, leasing dan consumer financing lainnya. Alternatif lainnya adalah customization dan personalization. Di US, kartu kredit, deposit dan kredit diberikan secara personal sesuai profil resiko personal.
Selain jalur ritel yang berat nuansa transactionalnya, mungkin lebih baik bila jalur securitization yang ditempuh, atau sekalian masuk ke jalur corporate services dan premium service yang melayani LC, corporate credit, syndication, ataupun wealth management.
Dari beberapa bank yang tetap eksis beberapa contoh dapat ditiru, misalnya JP Morgan, BankOne, atau Egg (yang sangat dekat dengan Fidelity dan Prudential Insurance).